Sudah menjadi tradisi, bahwa yang paling memusuhi dakwah nabi adalah Ahli Kitab. Ahli Kitab Taurat, Ahli Kitab Injil maupun Ahli Kitab Selanjutnya.
Dikisahkan di Al Kitab, yang paling menentang Yesus adalah Ahli Kitab. Ahli kitab mengira dengan pengakuan Yesus sebagai Rasul Tuhan, mereka pikir Kedatangan Yesus akan melecehkan, menafi'kan Musa, yang selama ini diyakini sebagai Rosul terakhir.
Dijawab oleh Yesus bahwa kedatangannya bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya, satu titik atau satu iota tidak akan dirubah dari hukum Taurat. (Matius 5: 17)
Karena Kesombongan dan Kekolotannya, Ahli Kitab menjadi bodoh, berbagai cara dilakukan untuk mencelakakan orang yang mengaku Rasul Tuhan (Yesus).
Ada suatu masa, bahwa ahli kitab akan lebih memihak kepada Kriminal dari pada Misi Kerasulan.
(Matius 27:11-26) Menjadi tradisi pemerintahan Herodes untuk memberikan remisi setiap tahun kepada narapidana. Aparat bertanya kepada orang banyak, siapakah yang harus dibebaskan? Barabas si pembunuh kejam ataukah Yesus yang tidak ada catatan pelanggaran hukum, hanya tuduhan penodaan agama (menghujat Allah) dengan mengaku Rasul. Imam-imam dan Ahlul Kitab membujuk orang banyak untuk memilih membebaskan Barabas si Pembunuh Kejam dan menyalibkan Yesus.
Yesus selalu mengingatkan kepada Murid-muridnya,agar selalu WASPADA kepada Ahli Kitab, karena mereka selalu menjadi Musuh dari misi Kerasulan. (Lukas 20:45-47) Waspadahlah kepada Ahli Kitab, dengan ciri-cirinya : Suka berjalan dengan Gamis yang Panjang, Yang sukanya duduk ditempat terdepan dalam setiap rumah ibadah, yang mengelabuhi mata orang dengan doa yang panjang-panjang, suka menerima penghargaan, suka sama janda kaya (hehehe).
Rupanya itu pula yang menjadi ingatan Muhammad kepada orang2 beriman.
(Qs 63/4)
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum (Gamisnya yang panjang, udeng2nya yang segede anten parabola, baunya yang wangi, gaya bicaranya, do'anya yang panjang2) dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka (suka menerima penghargaan), MEREKA ITULAH MUSUH YANG SEBENARNYA, Maka WASPADALAH terhadap mereka.
Ahli Kitab diibaratkan sebagai kayu yang tersandar, artinya berdiri tanpa akar, tidak memiliki landasan/dasar ilmu yang kuat, tampak indah diluar (fasih) namun isinya kosong/ tidak ada yang rasional. Berdasar pada sangkaan belaka.
Dalam mengistilahkan Ahli Kitab, Yesus lebih sadis lagi (Matius 23:27) Ahli kitab sama seperti KUBURAN yang dilabur putih, tampak dari luar bersih namun didalamnya penuh dengan tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Terlihat Indah diluar tapi akidahnya kotor/syirik.
Sebagaimana Yesus yang tidak merubah Taurat, demikian juga Muhammad, beliau menjelaskan kepada Ahli Kitab, bahwa apa yang dibawa bukanlah ajaran yang baru, ajaran yang tidak ada perbedaan antara Muhammad dan Ahli Kitab Taurat dan Injil, yakni ajaran Abraham, ajaran tauhid.
Qs 3/64
Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak ada Tuan yang kita patuhi kehendak dan perintahnya selain Tuan Semesta Alam, Tuhan Yang Maha Esa dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri.
Sejarah selalu berulang, setiap awal kewahyuan selalu dimulai dengan IQRO' (Membaca kondisi zaman) Bismi Robbika (dengan Isme Robb/ Ajaran, Faham Tuhan)
(Matius 16:2-3 ; Lukas 12:54-56)segalasesuatu yang terjadi selalu ada tanda-tandanya,orang hanya mengerti tanda-tanda dari rupa lagit dan bumi, namun mereka tidak bisa membaca tanda-tanda zaman.
Karena perjalanan para Utusan Tuhan selalu berulang dari awal yaitu dimulai dari membaca kondisi zaman, hal inilah yang membuat ahli kitab beranggapan bahwa para Rasul dan orang yang bersamanya membawa ajaran baru, karena tidak menjalankan tradisi yang sudah ada, yaitu peninggalan Nabi sebelumnya. Mereka selalu menayakan hal yang sama dari zaman ke zaman, yaitu masalah Sholat dan Puasa.
(Lukas 5:33-39)
Murid-murid Yahya dan Farisi SHOLAT dan Puasa? Kenapa murid-muridmu Tidak?!
Dengan berbagai perumpamaan yang disampaikan Yesus, Yesus ingin menyampaikan bahwa Ibadah Ritual ada saatnya sendiri (digambarkan nanti ketika mempelai sudah pergi)
Yesus ingin menyampaikan bahwa Zaman Musa (Rasul sebelumnya) sudah selesai (diibaratkan Kantung Anggur sudah tua/ baju yang lapuk). Dan sekarang adalah Zaman Baru/Kantong anggur baru dengan Umat yang baru/anggur baru. Sekarang adalah Zamannya Yesus, Zaman baru (Matius 24:8).
Maka sudah barang tentu ibadahnya harus mengikuti Rasul yang baru, sudah tidak lagi buka-buka HADIS RIWAYAT MUSA. Karena sudah ada Yesus sebagai Firman yang berjalan, Firman yang telah menjadi manusia (Yoh 1:14).
Demikian juga Zaman Muhammad, Ibadah harus mengikuti Muhammad sebagai Rasul yang baru, sudah tidak perlu lagi buka-buka HADIS RIWAYAT YESUS, karena sudah ada Muhammad sebagai Al Quran yang berjalan. (Qs 3/31 : Ikuti Muhammad)
Diutusnya setiap Rasul Tuhan, tugas utamanya adalah untuk Menegakkan Dien Tuhan (Qs 42/13), yaitu Dien yang sama, Dien semua nabi.
Kenapa setelah Nuh, Tuhan mengutus Ibrahim, kemudian mengutus Musa, kemudian mengutus Yesus, kemudian mengutus Muhammad untuk menegakkan Dien yang sama? Bukan para Rasul tidak berhasil dengan Misinya, namun "wa likulli ummatin ajalu" Bahwa setiap umat ada batas waktunya, ada lahir ada ajal, ada saatnya Dien Tuhan Tegak dan ada saatnya runtuh. Ketika Dien Tuhan Runtuh inilah, Tuhan selalu mengutus Rasul-Nya untuk kembali memenangkan Dien-Nya (Qs 9/33, 48/28, 61/9)
Tentu saja caranya/ tahap-tahap penegakan Dien Tuhan pun sama, karena Allahnya sama dan Dien yang diperjuangkan adalah sama. tidak ada perubahan (Qs 48/23)
Tahap perjuangan penegakan Dien Allah diawali dengan dakwah sir/sembunyi-sembunyi, dakwah kepada saudara atau kerabat dekat, kemudian Dakwah bi Jahron/dengan terang-terangan,, kemudian, kemudian, kemudian, dan kemudian.
(Matius 10/27)
Apa yang kukatakan dalam gelap (sir) katakanlah dalam terang (jahron), dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumahmu
(Yohanes 16:25)
Semuanya ini kukatakan kepadamu dengan kiasan/bias/Mutasyabihat. Akan Tiba saatnya aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan (sir) tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu (jahron).
Dikisahkan di Al Kitab, yang paling menentang Yesus adalah Ahli Kitab. Ahli kitab mengira dengan pengakuan Yesus sebagai Rasul Tuhan, mereka pikir Kedatangan Yesus akan melecehkan, menafi'kan Musa, yang selama ini diyakini sebagai Rosul terakhir.
Dijawab oleh Yesus bahwa kedatangannya bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya, satu titik atau satu iota tidak akan dirubah dari hukum Taurat. (Matius 5: 17)
Karena Kesombongan dan Kekolotannya, Ahli Kitab menjadi bodoh, berbagai cara dilakukan untuk mencelakakan orang yang mengaku Rasul Tuhan (Yesus).
Ada suatu masa, bahwa ahli kitab akan lebih memihak kepada Kriminal dari pada Misi Kerasulan.
(Matius 27:11-26) Menjadi tradisi pemerintahan Herodes untuk memberikan remisi setiap tahun kepada narapidana. Aparat bertanya kepada orang banyak, siapakah yang harus dibebaskan? Barabas si pembunuh kejam ataukah Yesus yang tidak ada catatan pelanggaran hukum, hanya tuduhan penodaan agama (menghujat Allah) dengan mengaku Rasul. Imam-imam dan Ahlul Kitab membujuk orang banyak untuk memilih membebaskan Barabas si Pembunuh Kejam dan menyalibkan Yesus.
Yesus selalu mengingatkan kepada Murid-muridnya,agar selalu WASPADA kepada Ahli Kitab, karena mereka selalu menjadi Musuh dari misi Kerasulan. (Lukas 20:45-47) Waspadahlah kepada Ahli Kitab, dengan ciri-cirinya : Suka berjalan dengan Gamis yang Panjang, Yang sukanya duduk ditempat terdepan dalam setiap rumah ibadah, yang mengelabuhi mata orang dengan doa yang panjang-panjang, suka menerima penghargaan, suka sama janda kaya (hehehe).
Rupanya itu pula yang menjadi ingatan Muhammad kepada orang2 beriman.
(Qs 63/4)
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum (Gamisnya yang panjang, udeng2nya yang segede anten parabola, baunya yang wangi, gaya bicaranya, do'anya yang panjang2) dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka (suka menerima penghargaan), MEREKA ITULAH MUSUH YANG SEBENARNYA, Maka WASPADALAH terhadap mereka.
Ahli Kitab diibaratkan sebagai kayu yang tersandar, artinya berdiri tanpa akar, tidak memiliki landasan/dasar ilmu yang kuat, tampak indah diluar (fasih) namun isinya kosong/ tidak ada yang rasional. Berdasar pada sangkaan belaka.
Dalam mengistilahkan Ahli Kitab, Yesus lebih sadis lagi (Matius 23:27) Ahli kitab sama seperti KUBURAN yang dilabur putih, tampak dari luar bersih namun didalamnya penuh dengan tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Terlihat Indah diluar tapi akidahnya kotor/syirik.
Sebagaimana Yesus yang tidak merubah Taurat, demikian juga Muhammad, beliau menjelaskan kepada Ahli Kitab, bahwa apa yang dibawa bukanlah ajaran yang baru, ajaran yang tidak ada perbedaan antara Muhammad dan Ahli Kitab Taurat dan Injil, yakni ajaran Abraham, ajaran tauhid.
Qs 3/64
Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak ada Tuan yang kita patuhi kehendak dan perintahnya selain Tuan Semesta Alam, Tuhan Yang Maha Esa dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri.
Sejarah selalu berulang, setiap awal kewahyuan selalu dimulai dengan IQRO' (Membaca kondisi zaman) Bismi Robbika (dengan Isme Robb/ Ajaran, Faham Tuhan)
(Matius 16:2-3 ; Lukas 12:54-56)segalasesuatu yang terjadi selalu ada tanda-tandanya,orang hanya mengerti tanda-tanda dari rupa lagit dan bumi, namun mereka tidak bisa membaca tanda-tanda zaman.
Karena perjalanan para Utusan Tuhan selalu berulang dari awal yaitu dimulai dari membaca kondisi zaman, hal inilah yang membuat ahli kitab beranggapan bahwa para Rasul dan orang yang bersamanya membawa ajaran baru, karena tidak menjalankan tradisi yang sudah ada, yaitu peninggalan Nabi sebelumnya. Mereka selalu menayakan hal yang sama dari zaman ke zaman, yaitu masalah Sholat dan Puasa.
(Lukas 5:33-39)
Murid-murid Yahya dan Farisi SHOLAT dan Puasa? Kenapa murid-muridmu Tidak?!
Dengan berbagai perumpamaan yang disampaikan Yesus, Yesus ingin menyampaikan bahwa Ibadah Ritual ada saatnya sendiri (digambarkan nanti ketika mempelai sudah pergi)
Yesus ingin menyampaikan bahwa Zaman Musa (Rasul sebelumnya) sudah selesai (diibaratkan Kantung Anggur sudah tua/ baju yang lapuk). Dan sekarang adalah Zaman Baru/Kantong anggur baru dengan Umat yang baru/anggur baru. Sekarang adalah Zamannya Yesus, Zaman baru (Matius 24:8).
Maka sudah barang tentu ibadahnya harus mengikuti Rasul yang baru, sudah tidak lagi buka-buka HADIS RIWAYAT MUSA. Karena sudah ada Yesus sebagai Firman yang berjalan, Firman yang telah menjadi manusia (Yoh 1:14).
Demikian juga Zaman Muhammad, Ibadah harus mengikuti Muhammad sebagai Rasul yang baru, sudah tidak perlu lagi buka-buka HADIS RIWAYAT YESUS, karena sudah ada Muhammad sebagai Al Quran yang berjalan. (Qs 3/31 : Ikuti Muhammad)
Diutusnya setiap Rasul Tuhan, tugas utamanya adalah untuk Menegakkan Dien Tuhan (Qs 42/13), yaitu Dien yang sama, Dien semua nabi.
Kenapa setelah Nuh, Tuhan mengutus Ibrahim, kemudian mengutus Musa, kemudian mengutus Yesus, kemudian mengutus Muhammad untuk menegakkan Dien yang sama? Bukan para Rasul tidak berhasil dengan Misinya, namun "wa likulli ummatin ajalu" Bahwa setiap umat ada batas waktunya, ada lahir ada ajal, ada saatnya Dien Tuhan Tegak dan ada saatnya runtuh. Ketika Dien Tuhan Runtuh inilah, Tuhan selalu mengutus Rasul-Nya untuk kembali memenangkan Dien-Nya (Qs 9/33, 48/28, 61/9)
Tentu saja caranya/ tahap-tahap penegakan Dien Tuhan pun sama, karena Allahnya sama dan Dien yang diperjuangkan adalah sama. tidak ada perubahan (Qs 48/23)
Tahap perjuangan penegakan Dien Allah diawali dengan dakwah sir/sembunyi-sembunyi, dakwah kepada saudara atau kerabat dekat, kemudian Dakwah bi Jahron/dengan terang-terangan,, kemudian, kemudian, kemudian, dan kemudian.
(Matius 10/27)
Apa yang kukatakan dalam gelap (sir) katakanlah dalam terang (jahron), dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumahmu
(Yohanes 16:25)
Semuanya ini kukatakan kepadamu dengan kiasan/bias/Mutasyabihat. Akan Tiba saatnya aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan (sir) tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu (jahron).